Jumaat, September 16, 2005

ISLAM DI SEPANYOL

Pada zaman kegemilangan kerajaan Umaiyah Islam telah bertapak di Sepanyol selama hampir 500 tahun. Tetapi apabila kerajaan Islam di Andalusia itu jatuh maka segala yang berkaitan dengan Islam telah dilenyapkan kecuali senibina Islam termasuk beberapa buah masjid yang telah dijadikan muzium.

Setelah beratus tahun Islam lenyap dari bumi Sepanyol kini sudah ada tanda-tanda Islam kembali bersinar.

Empat Puluh Sekolah di Spanyol, Mulai Ajarkan Agama Islam
Publikasi: 15/09/2005 16:36 WIB

eramuslim - Mulai tahun ini, yang akan jatuh pada pertengahan September, puluhan sekolah-sekolah di Spanyol akan mengajarkan mata pelajaran agama Islam. Pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah ini, merupakan hasil kesepakatan antara pemerintah Spanyol dan persatuan organisasi-organisasi Islam Spanyol (Union of Islamic Associations).

Sebenarnya, hasil kesepakatan itu sudah berlaku sejak semester kedua tahun ajaran 2004-2005, namun baru dua sekolah saja yang memberlakukan mata pelajaran agama Islam.
Islam pertama kali diajarkan di Melilla dan Ceuta, dua kota di Maroko yang berada di bawah pemerintahan Spanyol. Populasi di kedua kota itu, 40 persennya adalah warga Muslim. Kedua kota inilah yang dijadikan percontohan pengajaran agama Islam bagi kota-kota lainnya di Spanyol.

Menurut kementerian pendidikan Spanyol, pengajaran agama Islam dibatasi hanya di 3 kota saja yaitu di Andalusia, Aragon dan Basque. Pembatasan itu dilakukan karena masih kurangnya tenaga pengajar agama Islam dan keputusan pemerintah Spanyol yang tidak mengizinkan tenaga guru agama Islam diambil dari Maroko atau negara-negara Islam lainnya.

Saat ini, baru 17 guru agama Islam yang dianggap memenuhi kriteria yang ditetapkan pemerintah Spanyol, yaitu harus lulusan universitas dan besar di Spanyol. Ketujuhbelas tenaga guru itu akan ditugaskan mengajar di sekitar 40 sekolah di tiga kota tersebut.Kepulauan Canary rencananya juga akan memulai pengajaran agama Islam pada tahun akademik ini. Namun karena terbatasnya jumlah guru, rencana itu dibatalkan.

Di ibukota Spanyol, Madrid terdapat kurang lebih 100.000 warga Muslim. Sementara di kota Barcelona, terdapat lebih dari 150.000 warga Muslim. Tapi sekolah-sekolah di dua kota itu belum mengajarkan agama Islam, lagi-lagi alasannya karena kekurangan tenaga pengajar.
Ketua Persatuan Organisasi Islam di Spanyol, Abdul Salam Mansur pada kantor berita Spanyol EFE mengaku tidak puas dengan masih sedikitnya guru agama Islam dan pembatasan dalam kesepakatan dengan pemerintah Spanyol. Kendati demikian, Mansour menilai diizinkannya pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah merupakan langkah penting, terutama untuk meningkatkan citra Islam di kalangan masyarakat Spanyol.

Untuk itu, Sekretaris Jenderal Persatuan Organisasi Islam Spanyol, Riadh Tatari berharap kesepakatan itu diperluas sehingga agama Islam bisa diajarkan di seluruh sekolah di Spanyol.
Minat Siswa Masih Rendah

Kesepakatan dengan pemerintah Spanyol itu ditandatangani pada era 1990an ketika Partai Sosialis menjadi partai yang berkuasa di Spanyol. Namun pada tahun 1996, Partai Rakyat yang berkuasa di Spanyol membatalkan kesepakatan tersebut.

Sekarang, meski pengajaran agama Islam di sekolah-sekolah sudah diperbolehkan, minat siswa untuk mengambil kelas mata pelajaran itu ternyata tidak terlalu tinggi. Menurut data statistik, ada sekitar 80.000 siswa Muslim di Spanyol, tapi yang mendaftar untuk mengikuti kelas agama Islam hanya 25.000 orang.

Harian Spanyol El Periodico de Aragon melaporkan, pelajaran agama Islam yang diberikan dibatasi hanya pada sejumlah definisi Islam dan pengajaran tentang tatacara shalat dan peribadahan lainnya. Pelajaran akan disampaikan dalam bahasa Spanyol kecuali saat pelajaran membaca Al-Qur'an. Para guru agama Islam ini akan menerima bayaran sebesar 1.200 euro atau sekitar 1.471 dollar AS. (ln/iol)

0 ulasan: